Berlibur Ke Museum Wayang Kota Tua

Berlibur Ke Museum Wayang Kota Tua – Museum Wayang sebagai salah satunya museum yang terpopuler di Jakarta. Terletak ada di teritori Kota Tua Jakarta. Segala hal mengenai wayang, dimulai dari sejarah, tipe sampai pembelajarannya berada di sini. Museum ini berada di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Pinangsia, Kota Tua, Jakarta Barat. Museum Wayang membuka dimulai dari hari Selasa sampai Minggu, jam 09.00 – 17.00 WIB. Pengunjung perlu mengambil kantong sejumlah Rp 5.000 per-orang. Untuk siswa dikenai biaya Rp 3.000. Sementara untuk anak-anak cuma dikenai biaya Rp 2.000 per anak. Berikut ini adalah informasi selengkapnya dari alltempatwisata .

Daya Tarik

Namanya museum wayang tentu saja museum ini mempunyai beragam jenis tipe wayang baik tipe wayang indonesia dan beragam jenis koleksi wayang, boneka dari luar negeri. Bila anda bertandang ke museum ini anda akan mengenali dan menyaksikan koleksi wayang kulit, wayang golek, koleksi wayang dan boneka dari negara-negara tetangga seperti seperti Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, India dan Kamboja, termasuk koleksi set gamelan dan lukisan wayang. Selainnya koleksi tetnang perwayangan dalam museum ini anda bisa juga menyaksikan saksikan koleksi piring sebagai pertanda batu nisan Jan Pieterszoon Coen. dan sebuah teater wayang dan workshop mengenai pembikinan wayangsecara periodik diadakan di Museum ini.

Jadi lumayan menarik buat anda datangi untuk menambahkan wacana anda tetnag dunia pewayangan

Sejarah Museum Wayang Di Kota Tua

Dikutip situs Federasi Museum Indonesia (AMI), bangunan Museum Wayang dahulunya sebuah gereja tua yang dibangun oleh VOC di tahun 1640 bernama ‘de oude Hollandsche Kerk’. Selanjutnya, gedung itu berperan sebagai tempat peribadatan warga sipil dan tentara Belanda yang tinggal di Batavia, Jakarta sampai tahun 1732.Lalu, di tahun 1733, gereja itu berbeda nama jadi “de nieuwe Hollandsche Kerk” yang berdiri sampai tahun 1808. Selanjutnya, bangunan itu remuk karena gempa bumi.

Sesudah dibedah, bangunan itu diberikan ke Stichting Oud Batavia untuk jadi museum yang dinamakan de Oude Bataviasche Museum atau Museum Batavia Lama.Dua belas tahun sesudah proklamasi kemerdekaan 1945, persisnya di tahun 1957, pemerintahan memberikan gedung Museum Batavia Lama ke Instansi Kebudayaan Indonesia. Nama bangunan itu Museum Jakarta Lama, yang selanjutnya beralih menjadi Museum Jakarta pada 1 Agustus 1960.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *